-

Kamis, 13 Februari 2014

BAHASA INDONESIA "KUTIPAN"

M A K A L A H 
K U T I P A N
(Definisi, Fungsi Kutipan, Prinsip-prinsip)


Disusun guna memenuhi tugas:
Mata Kuliah           : Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu   : Muchamad Fauzan, M.Pd



Disusun oleh:

Banaina Zulfa                     202111344



TARBIYAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2012



KATA PENGANTAR


Bismillahirrahmanirrahim.
Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan dan kemampuan sehingga makalah yang berjudul “Kutipan” ini dapat diselesaikan. Shalawat serta dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabatnya, keluarganya dan sekalian umatnya hingga akhir zaman.
Makalah ini merupakan materi yang disajikan sebagai panduan pembuatan kutipan dan diharapkan dapat menambah pengetahuan untuk kita semua mengenai kutipan.
Dengan kemampuan yang sangat terbatas dan makalah ini masih jauh dari sempurna, baik dalam pengetikan maupun isinya, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasih dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.



Pekalongan, 10 Maret 2012


Penulis




DAFTAR ISI............................................................................................................. ii
BAB I        PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah.................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah.............................................................................. 1
C.     Metode  Pemecahan Masalah............................................................ 2
D.    Sistematika Penulisan Makalah.......................................................... 2
BAB II       PEMBAHASAN
A.    Definisi Kutipan................................................................................ 3
B.     Fungsi Kutipan.................................................................................. 4
C.     Prinsip-prinsip Mengutip.................................................................... 4
D.    Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Mengutip....................... .... 6
E.     Jenis Kutipan..................................................................................... 6
BAB III     PENUTUP
A.    Simpulan............................................................................................ 7
B.     Saran.................................................................................................. 7
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 8

                       



BAB I
PENDAHULUAN


Namun, kutipan yang terlampau banyak dapat menyeret seorang penulis pada tuduhan ia melakukan plagiat. Sebaliknya, tidak mengutip sama sekali, akan dipertanyakan apakah seluruh gagasan informasi, fakta serta temuan yang ditulisnya benar merupakan gagasan orisinilnya? Mengutip sumber lazim dilakukan penulis pada setiap karya ilmiah.
Oleh karena itu, demi menghindari pelanggaran hak cipta dan dengan mempertimbangkan etika dalam penulisan karya ilmiah, maka dalam makalah ini akan disajikan definisi kutipan, fungsi kutipan, prinsip-prinsip kutipan.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut perlu kiranya saya merumuskan masalah sebagai pijakan untuk kajian makalah ini. Adapun rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
  1. Apa definisi kutipan?
  2. Apa fungsi kutipan?
  3. Bagaimana prinsip-prinsip mengutip?
  4. Apa yang perlu diperhatikan dalam mengutip?
  5. Apa saja jenis kutipan?





Metode pemecahan yang dilakukan melalui studi literatur/metode kajian pustaka yaitu dengan menggunakan beberapa referensi buku atau dari referensi lainnya yang merujuk pada permasalahan yang dibahas. Langkah-langkah pemecahan masalahnya dimulai dengan menentukan masalah yang akan dibahas dengan melakukan perumusan masalah, penentuan tujuan dan sarana, perumusan jawaban permasalahan dari berbagai sumber, dan penyintesisan serta pengorganisasian jawaban permasalahan.

Makalah ini ditulis ke dalam tiga bagian, meliputi:
BAB I    bagian pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, perumusan masalah, metode pemecahan masalah dan sistematika penulisan makalah.
BAB II adalah pembahasan.
BAB III bagian penutup yang terdiri dari simpulan dan saran-saran.



PEMBAHASAN

A.    Definisi Kutipan
Dalam penulisan-penulisan ilmiah, baik penulisan artikel-artikel ilmiah, karya-karya tulis maupun penulisan skripsi dan disertasi seringkali dipergunakan kutipan-kutipan untuk menegaskan isi uraian atau untuk membuktikan apa yang dikatakan. Tetapi apa sebenarnya kutipan?
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat salinan kalimat atau paragraf yang diambil dari berbagai sumber. Sumber-sumber tersebut seperti seorang pengarang atau ucapan orang terkenal, baik yang terdapat dalam buku, jurnal, maupun terbitan lain.[1]
Pada umumnya, kutipan harus sama dengan aslinya. Baik mengenai susunan kata-katanya, ejaannya maupun mengenai tanda bacanya.[2] Dalam hal ini kutipan ditulis untuk menegaskan isi uraian, memperkuat pembuktian dan kejujuran menggunakan sumber penulisan.

Contoh Kutipan
Isu Millenium Bug atau yang lebih dikenal dengan istilah Y2K berpengaruh besar terhadap peningkatan penjualan komputer. Di Indonesia, sejak kwartal pertama tahun 1999, penjualan komputer mengalamai peningkatan hingga 50-200%. Menurut Ir. Budi Prasetyo, M.Com dari perusahaan distributor komputer merek Dell, penjualan Personal Computer (PC) Wearnes meningkat sebesar 55% dibandingkan angka penjualan tahun sebelumnya (Bisnis Indonesia, 2 Mei 1999: 40). Peningkatan yang sama juga dialami oleh perusahaan komputer Compaq, yaitu berkisar 50-57% pada akhir bulan Maret 1999 sebagaimana diutarakan oleh Direktur PT Compaq Computer Indonesia, B.T. Lim,
“peningkatan penjualan komputer Compaq sebesar 200% selama tiga bulan pertama tahun 1999 disebabkan oleh kegiatan komputerisasi untuk menghadapi Y2K dan segmen bisnis layanan” (Atmadi dan Purwito 1999:12).


B.     Fungsi Kutipan
Pemkiran yang mendasari penggunaan kutipan, yaitu:
1.      Menunjukkan kualitas ilmiah yang lebih tinggi
2.      Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat
3.      Memudahkan penilaian penggunaan sumber data
4.      Memudahkan pembedaan data pustaka dan keterangan tambahan
5.      Mencegah pengulangan penulisan data pustaka
6.      Meningkatkan estetika penulisan
7.      Memudahkan penijauan kembali penggunaan referensi
8.      Memudahkan penyuntingan naskah yang terkait dengan data pustaka
9.      Menunjukkan kualitas kecerdasan akademis penulisnya[3]
10.  Penunjukkan adanya bagian lain dalam naskah yang dapat ditelusuri kebenaran faktanya.

C.    Prinsip-prinsip Mengutip
Beberapa prinsip yang harus diperhatikan pada waktu membuat kutipan adalah:
1.      Jangan mengadakan perubahan
Pada waktu melakukan kutipan langsung, pengarang tidak boleh mengubah kata-kata atau teknik dari teks aslinya. Bila pengarang menganggap perlu untuk mengadakan perubahan tekniknya, maka ia harus menyatakan atau memberi keterangan yang jelas bahwa telah diadakan perubahan tertentu.
Pertimbangan untuk merubah teknik itu bisa bermacam-macam: untuk memberi aksentuasi, contoh, pertentangan dan sebagainya. Dalam hal yang demikian penulis harus memberi keterangan dalam tanda kurung segi empat […] bahwa perubahan teknik itu dibuat sendiri oleh penulis, dan tidak ada dalam teks aslinya. Keterangan dalam kurung segi emppat itu misalnya berbunyi sebagai berikut: [huruf miring dari saya, penulis].[4]
2.      Bila ada Kesalahan
Bila dalam kutipan terdapat kesalahan atau keganjilan, entah dalam persoalan ejaan maupun dalam soal-soal ketatabahasaan, penulis tidak boleh memperbaiki kesalahan-kesalahan itu. Ia hanya mengutip sebagaimana adanya.
Dalam hal terakhir ini kutipan tetap dilakukan, hanya penulis diperkenankan mengadakan perbaikan atau catatan terhadap kesalahan tersebut. Misalnya, kalau kita tidak setuju dengan bagian itu, maka biasanya diberi catatan singkat [sic!]. kata sic! Yang ditempatkan dalam kurung segiempat menunjukkan bahwa penulis tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu, ia sekedar mengutip sesuai dengan apa yang terdapat dalam nashkah aslinya.
Contoh:
“Demikian juga dengan data bahasa yang lain dalam karya tulis ini kami selalu berusaha mencari bentuk kata yang mengandung makan [sic!] sentral/distribusi yang terbanyak sebagai bahas dari daftar Swadesh”.
Kata makan dalam kutipan diatas sebenarnya salah cetak, seharusnya makna. Namun dalam kutipan penulis tidak boleh langsung memperbaiki kesalahan itu. Ia harus memberi catatan bahwa ada kesalahan dan ia sekedar mengutip sesuai dengan teks aslinya.
3.      Menghilangkan Bagian Kutipan
Dalam kutipan-kutipan diperkenankan pula menghilangkan bagian-bagian tertentu dengan syarat bahwa penghilangan bagian itu tidak boleh mengakibatkan perubahan makna aslinya atau makna keseluruhannya. Penghilangan itu biasanya dinyatakan dengan mempergunakan tiga titik berspasi [. . .].
Dalam hal ini sama sekali tidak diperkenankan untuk menggunakan tanda garis penghubung [-] sebagai pengganti titik-titik.

D.    Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Mengutip
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Mengutip, diantaranya:
1.      Penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
2.      Penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
3.      Kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
4.      Jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
5.      Penulis mempertimbangkan jenis kutipan dan kaintannya dengan sumber rujukan.[5]


E.     Jenis Kutipan
1.      Kutipan langsung
Kutipan langsung adalah salinan yang sama dengan bentuk aslinya yang dikutip dalam hal susunan kata dan tanda bacanya. Kutipan langsung tidak boleh lebih dari satu halaman.[6]
2.      Kutipan tidak langsung
Kutipan tidak langsung adalah kutipan yang hanya mengambil isinya saja, seperti sauran, ringkasan atau parafrase.
Kutipan isi atau parafrase yaitu kutipan yang hanya mengambil isi atau maksud dari kalimat-kalimat dari kalimat-kalimat yang ditulis dalam buku sumber.



BAB III
PENUTUP

Dalam penulisan karya ilmiah, baik itu berupa makalah, skripsi, tesis, disertasi maupun penelitian yang dilakukan sudah tentu mengutip dari buku atau karya orang lain. Dalam penulisan kutipan ada aturan main yang harus diikuti oleh setiap penulis kara ilmiah tanpa terkecuali.
B.     Saran
Dengan setelah mempelajari dan memahami makalah tentang kutipan melalui karya tulis ilmiah ini diharapkan penulis makalah dapat memahami kutipan. Adapun kaitannya dengan isi makalah atau gaya penulisan makalah, penulis perlu meningkatkan kemahirannya dalam memperagakan bahasa yang benar dengan baik sesuai pedoman umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan.
Demi menghindari pelanggaran hak cipta dan dengan mempertimbangkan etika dalam penulisan karya ilmiah serta karya ilmiah itu menjadi bernilai dan berbobot, sebaiknya para penulis mengetahui kaidah-kaidah mengutip.



DAFTAR PUSTAKA


Fathurrahman, Nanang dan Moch Ishom. 2003. Panduan Penulisan Karya Tulis Santri. Jakarta: Lima Karsa.
http://aromblog.blogspot.com/2011/12/kutipan-dan-daftar-pustaka.html.
http://blog.atmasetya.com/yang-dimaksud-dengan-kutipan.html
Karyanto, Umum Budi. 2009. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Gama Media
Keraf, Gorys. 1994. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Ende: Nusa Indah.
Widjono HS. 2005. Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta: PT. Grasindo



BIOGRAFI
Nama                      : Banaina Zulfa
NIM                       : 2021 111 344
TTL                        : Pekalongan, 18 Juli 1993
Agama                   : Islam
Jenis kelamin          : Perempuan
Alamat                   : Sapuro Jl. Sumatra Gg. 9 No. 45 RT. 02 RW. 04 Pekalongan 51112
Hobi                       : Bersepeda
e-mail                     : nanacinox@yahoo.co.id
Facebook               : nana_choebis@yahoo.com
Pesan                      : Tersenyumlah selalu meskipun pada hakikatnya sedih
Kesan                     : Masa yang paling indah adalah masa putih abu-abu
Motto                     : Tiada hari tanpa pahala 
Cita-cita                 : Guru dan pengusaha yang sukses dunia akhirat




[1] Widjono HS, Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi (Jakarta : Gramedia  Widiasarana Indonesia, 2005) hal. 62.
[2] Umum Budi Karyanto, Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi (Pekalongan: STAIN Pekalongan Press, 2006) hal. 78.
[3] http://blog.atmasetya.com/yang-dimaksud-dengan-kutipan.html
[4] Gorys Keraf, Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa (Ende: Nusa Indah, 1994) h. 181.
[5] http://aromblog.blogspot.com/2011/12/kutipan-dan-daftar-pustaka.html.
[6] Nanang Fathurrahman dan Moch Ishom, Panduan Penulisan Karya Tulis Santri (Jakarta: Lima Karsa, 2003) hal. 30.

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan.

By :
Free Blog Templates