M
A K A L A H
K U T I P A N
(Definisi, Fungsi Kutipan, Prinsip-prinsip)
Disusun
guna memenuhi tugas:
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu : Muchamad Fauzan, M.Pd
Disusun oleh:
Banaina Zulfa 202111344
TARBIYAH
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
2012
KATA
PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim.
Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT
yang telah memberikan kekuatan dan kemampuan sehingga makalah yang berjudul “Kutipan”
ini dapat diselesaikan. Shalawat serta dan salam semoga senantiasa dilimpahkan
kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabatnya, keluarganya dan sekalian umatnya
hingga akhir zaman.
Makalah ini merupakan materi yang disajikan sebagai
panduan pembuatan kutipan dan diharapkan dapat menambah pengetahuan untuk kita
semua mengenai kutipan.
Dengan kemampuan yang sangat terbatas dan makalah ini
masih jauh dari sempurna, baik dalam pengetikan maupun isinya, oleh karena itu
penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan
makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasih dan bermanfaat
untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Pekalongan, 10 Maret 2012
Penulis
DAFTAR ISI............................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah.................................................................... 1
B.
Rumusan
Masalah.............................................................................. 1
C.
Metode Pemecahan Masalah............................................................ 2
D.
Sistematika
Penulisan Makalah.......................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A.
Definisi
Kutipan................................................................................ 3
B.
Fungsi
Kutipan.................................................................................. 4
C.
Prinsip-prinsip
Mengutip.................................................................... 4
D.
Hal-hal
yang Perlu Diperhatikan dalam Mengutip....................... .... 6
E.
Jenis
Kutipan..................................................................................... 6
BAB III PENUTUP
A.
Simpulan............................................................................................ 7
B.
Saran.................................................................................................. 7
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 8
BAB
I
PENDAHULUAN
Namun, kutipan yang terlampau banyak dapat menyeret seorang penulis
pada tuduhan ia melakukan plagiat. Sebaliknya, tidak mengutip sama sekali, akan
dipertanyakan apakah seluruh gagasan informasi, fakta serta temuan yang
ditulisnya benar merupakan gagasan orisinilnya? Mengutip sumber lazim dilakukan
penulis pada setiap karya ilmiah.
Oleh karena itu, demi menghindari pelanggaran hak cipta dan dengan
mempertimbangkan etika dalam penulisan karya ilmiah, maka dalam makalah ini
akan disajikan definisi kutipan, fungsi kutipan, prinsip-prinsip kutipan.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut
perlu kiranya saya merumuskan masalah sebagai pijakan untuk kajian makalah ini.
Adapun rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
- Apa definisi kutipan?
- Apa fungsi kutipan?
- Bagaimana prinsip-prinsip mengutip?
- Apa yang perlu diperhatikan dalam mengutip?
- Apa saja jenis kutipan?
Metode pemecahan yang dilakukan
melalui studi literatur/metode kajian pustaka yaitu dengan menggunakan beberapa
referensi buku atau dari referensi lainnya yang merujuk pada permasalahan yang
dibahas. Langkah-langkah pemecahan masalahnya dimulai dengan menentukan masalah
yang akan dibahas dengan melakukan perumusan masalah, penentuan tujuan dan
sarana, perumusan jawaban permasalahan dari berbagai sumber, dan penyintesisan
serta pengorganisasian jawaban permasalahan.
Makalah ini ditulis ke dalam tiga bagian, meliputi:
BAB I bagian pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah,
perumusan masalah, metode pemecahan masalah dan sistematika penulisan makalah.
BAB II adalah pembahasan.
BAB III bagian penutup yang terdiri dari simpulan dan saran-saran.
PEMBAHASAN
A.
Definisi
Kutipan
Dalam penulisan-penulisan ilmiah,
baik penulisan artikel-artikel ilmiah, karya-karya tulis maupun penulisan
skripsi dan disertasi seringkali dipergunakan kutipan-kutipan untuk menegaskan
isi uraian atau untuk membuktikan apa yang dikatakan. Tetapi apa sebenarnya
kutipan?
Kutipan adalah gagasan, ide,
pendapat salinan kalimat atau paragraf yang diambil dari berbagai sumber.
Sumber-sumber tersebut seperti seorang pengarang atau ucapan orang terkenal,
baik yang terdapat dalam buku, jurnal, maupun terbitan lain.[1]
Pada umumnya, kutipan harus sama
dengan aslinya. Baik mengenai susunan kata-katanya, ejaannya maupun mengenai
tanda bacanya.[2]
Dalam hal ini kutipan ditulis untuk menegaskan isi uraian, memperkuat
pembuktian dan kejujuran menggunakan sumber penulisan.
Contoh Kutipan
Isu Millenium Bug atau yang lebih
dikenal dengan istilah Y2K berpengaruh besar terhadap peningkatan penjualan
komputer. Di Indonesia, sejak kwartal pertama tahun 1999, penjualan komputer
mengalamai peningkatan hingga 50-200%. Menurut Ir. Budi Prasetyo, M.Com dari
perusahaan distributor komputer merek Dell, penjualan Personal Computer (PC)
Wearnes meningkat sebesar 55% dibandingkan angka penjualan tahun sebelumnya
(Bisnis Indonesia, 2 Mei 1999: 40). Peningkatan yang sama juga dialami oleh
perusahaan komputer Compaq, yaitu berkisar 50-57% pada akhir bulan Maret 1999
sebagaimana diutarakan oleh Direktur PT Compaq Computer Indonesia, B.T. Lim,
“peningkatan penjualan komputer Compaq sebesar 200% selama tiga bulan pertama tahun 1999 disebabkan oleh kegiatan komputerisasi untuk menghadapi Y2K dan segmen bisnis layanan” (Atmadi dan Purwito 1999:12).
“peningkatan penjualan komputer Compaq sebesar 200% selama tiga bulan pertama tahun 1999 disebabkan oleh kegiatan komputerisasi untuk menghadapi Y2K dan segmen bisnis layanan” (Atmadi dan Purwito 1999:12).
B.
Fungsi
Kutipan
Pemkiran yang mendasari penggunaan kutipan, yaitu:
1.
Menunjukkan
kualitas ilmiah yang lebih tinggi
2.
Menunjukkan
kecermatan yang lebih akurat
3.
Memudahkan
penilaian penggunaan sumber data
4.
Memudahkan
pembedaan data pustaka dan keterangan tambahan
5.
Mencegah
pengulangan penulisan data pustaka
6.
Meningkatkan
estetika penulisan
7.
Memudahkan
penijauan kembali penggunaan referensi
8.
Memudahkan
penyuntingan naskah yang terkait dengan data pustaka
9.
Menunjukkan
kualitas kecerdasan akademis penulisnya[3]
10.
Penunjukkan
adanya bagian lain dalam naskah yang dapat ditelusuri kebenaran faktanya.
Beberapa prinsip
yang harus diperhatikan pada waktu membuat kutipan adalah:
1.
Jangan
mengadakan perubahan
Pada waktu melakukan kutipan langsung, pengarang tidak boleh
mengubah kata-kata atau teknik dari teks aslinya. Bila pengarang menganggap
perlu untuk mengadakan perubahan tekniknya, maka ia harus menyatakan atau
memberi keterangan yang jelas bahwa telah diadakan perubahan tertentu.
Pertimbangan untuk merubah teknik itu bisa bermacam-macam: untuk
memberi aksentuasi, contoh, pertentangan dan sebagainya. Dalam hal yang demikian
penulis harus memberi keterangan dalam tanda kurung segi empat […] bahwa
perubahan teknik itu dibuat sendiri oleh penulis, dan tidak ada dalam teks
aslinya. Keterangan dalam kurung segi emppat itu misalnya berbunyi sebagai
berikut: [huruf miring dari saya, penulis].[4]
2.
Bila ada
Kesalahan
Bila dalam kutipan terdapat kesalahan atau keganjilan, entah dalam
persoalan ejaan maupun dalam soal-soal ketatabahasaan, penulis tidak boleh
memperbaiki kesalahan-kesalahan itu. Ia hanya mengutip sebagaimana adanya.
Dalam hal terakhir ini kutipan tetap dilakukan, hanya penulis
diperkenankan mengadakan perbaikan atau catatan terhadap kesalahan tersebut.
Misalnya, kalau kita tidak setuju dengan bagian itu, maka biasanya diberi
catatan singkat [sic!]. kata sic! Yang ditempatkan dalam kurung
segiempat menunjukkan bahwa penulis tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu,
ia sekedar mengutip sesuai dengan apa yang terdapat dalam nashkah aslinya.
Contoh:
“Demikian juga dengan data bahasa yang lain dalam karya tulis ini
kami selalu berusaha mencari bentuk kata yang mengandung makan [sic!]
sentral/distribusi yang terbanyak sebagai bahas dari daftar Swadesh”.
Kata makan dalam kutipan diatas sebenarnya salah cetak,
seharusnya makna. Namun dalam kutipan penulis tidak boleh langsung
memperbaiki kesalahan itu. Ia harus memberi catatan bahwa ada kesalahan dan ia
sekedar mengutip sesuai dengan teks aslinya.
3.
Menghilangkan
Bagian Kutipan
Dalam kutipan-kutipan diperkenankan pula menghilangkan bagian-bagian
tertentu dengan syarat bahwa penghilangan bagian itu tidak boleh mengakibatkan
perubahan makna aslinya atau makna keseluruhannya. Penghilangan itu biasanya
dinyatakan dengan mempergunakan tiga titik berspasi [. . .].
Dalam hal ini sama sekali tidak diperkenankan untuk menggunakan
tanda garis penghubung [-] sebagai pengganti titik-titik.
D.
Hal-hal
yang Perlu Diperhatikan dalam Mengutip
Hal-hal yang
Perlu Diperhatikan dalam Mengutip, diantaranya:
1.
Penulis
mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
2.
Penulis
bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
3.
Kutipan
dapat terkait dengan penemuan teori
4.
Jangan
terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
E.
Jenis
Kutipan
1.
Kutipan
langsung
Kutipan langsung adalah salinan yang sama dengan bentuk aslinya yang
dikutip dalam hal susunan kata dan tanda bacanya. Kutipan langsung tidak boleh
lebih dari satu halaman.[6]
2.
Kutipan
tidak langsung
Kutipan tidak langsung adalah kutipan yang hanya mengambil isinya
saja, seperti sauran, ringkasan atau parafrase.
Kutipan isi atau parafrase yaitu kutipan yang hanya mengambil isi
atau maksud dari kalimat-kalimat dari kalimat-kalimat yang ditulis dalam buku
sumber.
BAB III
PENUTUP
Dalam penulisan karya ilmiah, baik itu berupa makalah, skripsi,
tesis, disertasi maupun penelitian yang dilakukan sudah tentu mengutip dari
buku atau karya orang lain. Dalam penulisan kutipan ada aturan main yang harus
diikuti oleh setiap penulis kara ilmiah tanpa terkecuali.
B.
Saran
Dengan setelah mempelajari dan
memahami makalah tentang kutipan melalui karya tulis ilmiah ini diharapkan
penulis makalah dapat memahami kutipan. Adapun kaitannya dengan isi makalah
atau gaya penulisan makalah, penulis perlu meningkatkan kemahirannya dalam
memperagakan bahasa yang benar dengan baik sesuai pedoman umum Ejaan Bahasa
Indonesia Yang Disempurnakan.
Demi menghindari pelanggaran hak cipta
dan dengan mempertimbangkan etika dalam penulisan karya ilmiah serta karya
ilmiah itu menjadi bernilai dan berbobot, sebaiknya para penulis mengetahui
kaidah-kaidah mengutip.
DAFTAR PUSTAKA
Fathurrahman, Nanang dan Moch Ishom. 2003. Panduan
Penulisan Karya Tulis Santri. Jakarta: Lima Karsa.
http://aromblog.blogspot.com/2011/12/kutipan-dan-daftar-pustaka.html.
http://blog.atmasetya.com/yang-dimaksud-dengan-kutipan.html
Karyanto, Umum Budi. 2009. Bahasa
Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Gama Media
Keraf, Gorys. 1994. Komposisi: Sebuah
Pengantar Kemahiran Bahasa. Ende: Nusa Indah.
Widjono HS. 2005. Bahasa Indonesia Mata
Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta: PT. Grasindo
BIOGRAFI

Nama : Banaina Zulfa
NIM :
2021 111 344
TTL :
Pekalongan, 18 Juli 1993
Agama : Islam
Jenis kelamin :
Perempuan
Alamat : Sapuro
Jl. Sumatra Gg. 9 No. 45 RT. 02 RW. 04 Pekalongan 51112
Hobi : Bersepeda
e-mail :
nanacinox@yahoo.co.id
Facebook :
nana_choebis@yahoo.com
Pesan :
Tersenyumlah selalu meskipun pada hakikatnya sedih
Kesan :
Masa yang paling indah adalah masa putih abu-abu
Motto :
Tiada hari tanpa pahala
Cita-cita :
Guru dan pengusaha yang sukses dunia akhirat
[1] Widjono
HS, Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan
Tinggi (Jakarta : Gramedia
Widiasarana Indonesia, 2005) hal. 62.
[2] Umum
Budi Karyanto, Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi (Pekalongan:
STAIN Pekalongan Press, 2006) hal. 78.
[3] http://blog.atmasetya.com/yang-dimaksud-dengan-kutipan.html
[4] Gorys
Keraf, Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa (Ende: Nusa Indah,
1994) h. 181.
[5] http://aromblog.blogspot.com/2011/12/kutipan-dan-daftar-pustaka.html.
[6] Nanang
Fathurrahman dan Moch Ishom, Panduan Penulisan Karya Tulis Santri (Jakarta:
Lima Karsa, 2003) hal. 30.


0 comments:
Posting Komentar
Silahkan jika anda yang ingin komentar, namun tolong gunakan bahasa yang sopan.